Istri Dibunuh Suami Akibat Takut Saat Mati Listrik di Aceh

Tragedi istri dibunuh suami kembali terjadi di Aceh. Kali ini, seorang wanita berinisial SR (44 tahun) tewas di tangan suaminya sendiri, FA (50 tahun), diduga karena persoalan sepele, yakni korban merasa takut saat terjadi mati listrik. Insiden istri dibunuh suami yang terjadi di rumah korban di Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, pada Selasa, 11 Juni 2024, ini menggemparkan warga sekitar.

Kronologi Istri Dibunuh Suami Saat Listrik Padam

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh, pasangan suami istri ini memang memiliki hubungan yang kurang harmonis dan sudah sebulan terakhir pelaku tidak tinggal di rumah korban. Pada malam kejadian istri dibunuh suami, listrik di wilayah tersebut padam. Korban yang merasa takut kemudian mencari pelaku yang saat itu berada di rumah jahit pakaian miliknya yang juga menjadi lokasi kejadian.

Sempat terjadi cekcok antara istri dibunuh suami ini. Korban disebut-sebut menggedor pintu tempat pelaku menginap karena ketakutan. Diduga karena emosi, pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban hingga mengalami luka parah di bagian wajah dan tangan. Setelah melakukan kekerasan, pelaku tega meninggalkan istrinya yang dalam kondisi kritis begitu saja.

Warga Lapor Polisi, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Warga yang mendengar keributan dan mendapati korban dalam kondisi mengenaskan segera melaporkan kejadian istri dibunuh suami ini kepada pihak kepolisian. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, setelah dua hari berjuang, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 13 Juni 2024.

Pelaku Ditangkap, Motif Masih Didalami

Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi, pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku FA pada Kamis, 13 Juni 2024. Saat ini, pelaku telah ditahan di Mapolresta Banda Aceh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif pasti pelaku melakukan bunuh istrinya ini. Namun, dugaan sementara mengarah pada permasalahan rumah tangga yang sudah berlangsung lama.

Pentingnya Menghindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Tragedi istri dibunuh ini menjadi pengingat akan bahaya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sekecil apapun permasalahan, kekerasan bukanlah solusi. Diharapkan, kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai dalam hubungan rumah tangga. Pihak berwajib juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika mengalami atau menyaksikan tindak KDRT.