Warga Calang, Kabupaten Aceh Jaya, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di pesisir pantai pada hari Sabtu, 23 Maret 2024. Pihak kepolisian menduga kuat bahwa mayat tersebut adalah salah satu pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Aceh.
Kronologi Penemuan Mayat
Penemuan mayat ini bermula ketika seorang nelayan setempat melihat sesosok mayat mengapung di perairan laut Calang, Kecamatan Krueng Sabee. Nelayan tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada pihak berwajib.
“Sekitar jam 09.00 WIB ada ditemukan oleh nelayan Calang di daerah Kareung Laot Calang satu mayat,” kata Komandan Operasi Satgas SAR Aceh Jaya, Mirza.
Tim gabungan dari Satgas SAR, Basarnas Meulaboh, BPBK, TNI, Polri, PMI, dan masyarakat kemudian melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut.
Identifikasi dan Dugaan Korban Rohingya
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan identitas pada mayat tersebut. Namun, pihak kepolisian menduga kuat bahwa mayat tersebut adalah salah satu pengungsi Rohingya. Dugaan ini diperkuat dengan adanya laporan kapal pengungsi Rohingya yang karam di perairan Aceh Barat beberapa hari sebelumnya.
“Kita prediksikan jasad tersebut warga Rohingnya korban kapal karam,” ujar Mirza.
Pemeriksaan Lebih Lanjut dan Tindakan Hukum
Pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap mayat tersebut untuk mengetahui identitas dan penyebab kematiannya. Jika terbukti bahwa mayat tersebut adalah pengungsi Rohingya, maka pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.
“Untuk saat ini mayat tersebut masih di laut, belum dievakuasi, kita prediksikan jasad tersebut warga Rohingnya korban kapal karam,” ujarnya.
Dampak dan Keprihatinan
Penemuan mayat ini menambah daftar panjang tragedi yang dialami oleh pengungsi Rohingya. Kondisi mereka yang rentan dan terombang-ambing di lautan menjadi perhatian serius bagi dunia internasional.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialami oleh pengungsi Rohingya. Kami berharap agar dunia internasional dapat memberikan perhatian lebih kepada mereka,” ujar seorang aktivis kemanusiaan.
Harapan dan Langkah ke Depan
Pihak berwenang berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka juga mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya yang terdampar di wilayah Aceh.
“Kami berharap agar masyarakat dapat memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya yang terdampar di wilayah Aceh. Mereka membutuhkan bantuan kita,” imbau seorang tokoh masyarakat.
Informasi Tambahan:
- Pada hari yang sama ditemukan 3 mayat di pesisir Aceh Jaya.
- Basarnas mendapatkan laporan sekitar 100 imigran etnis Rohingya menjadi korban kapal tenggelam di perairan Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (20/3).
- Enam imigran etnis Rohingya berhasil diselamatkan nelayan dan ditampung sementara di Kantor Camat Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.
Dengan adanya penemuan mayat ini, diharapkan perhatian dunia internasional terhadap nasib pengungsi Rohingya semakin meningkat. Sources and related content
