Palembang, Sumatera Selatan – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang remaja dengan gangguan mental diduga menjadi korban penganiayaan di area bawah Stasiun Light Rail Transit (LRT) Palembang. Kejadian ini sontak menuai kecaman dan keprihatinan dari warganet serta masyarakat Kota Palembang.
Remaja malang yang belum diketahui identitasnya secara lengkap ini ditemukan di bawah Stasiun LRT Ampera dengan kondisi luka-luka di tubuhnya. Dalam video yang beredar, terlihat luka lebam di bagian wajah dan tubuh korban. Diduga kuat, luka-luka tersebut akibat dari tindakan penganiayaan oleh orang tak bertanggung jawab.
Peristiwa ini pertama kali diketahui dan direkam oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Video tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan dengan cepat menjadi viral, memicu berbagai reaksi dari netizen yang mengecam tindakan pelaku.
Pihak kepolisian dari Polrestabes Palembang telah mengetahui adanya video viral tersebut dan segera melakukan penyelidikan. “Kami sudah menerima informasi terkait video viral tersebut dan saat ini anggota sedang melakukan pengecekan di lapangan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol M. Haris Dinzah, pada Selasa (7/5/2024).
Saat ini, polisi masih berupaya mengidentifikasi korban dan mencari saksi-saksi yang mungkin mengetahui kronologi kejadian serta identitas pelaku. Korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Kejadian ini kembali menyoroti isu perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya individu dengan disabilitas mental. Mereka seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman dari masyarakat dan negara, bukan justru menjadi korban kekerasan yang tidak berperikemanusiaan.
Pemerintah Kota Palembang dan pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan keamanan di area-area publik, terutama di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat terjadinya tindak kriminalitas. Selain itu, peran aktif masyarakat dalam melaporkan segala bentuk kekerasan juga sangat dibutuhkan.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli dan memiliki rasa empati terhadap sesama, terutama mereka yang memiliki keterbatasan. Semoga pelaku penganiayaan segera tertangkap dan korban mendapatkan keadilan serta pemulihan yang optimal.
