Warga Aceh Tenggara dan Takengon Rasakan Guncangan Gempa M 4.9

Warga di wilayah Aceh Tenggara dan sekitarnya, termasuk Takengon, dikejutkan oleh guncangan gempa dengan magnitudo 4.9. Guncangan gempa yang terjadi pada Rabu pagi, 9 April 2025, sekitar pukul 09.15 WIB ini sempat membuat panik warga dan berhamburan keluar rumah. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan maupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, sekitar 23 kilometer barat daya Kutacane, Aceh Tenggara, pada kedalaman 10 kilometer. Meskipun magnitudonya tergolong sedang, dangkalnya pusat gempa menyebabkan guncangan gempa ini terasa cukup kuat di wilayah Aceh Tenggara dan juga dirasakan hingga Takengon, Aceh Tengah.

Warga di kedua wilayah tersebut melaporkan merasakan guncangan gempa yang berlangsung beberapa detik. Beberapa warga mengaku merasakan getaran yang cukup kuat hingga membuat perabotan rumah bergetar. Kepanikan sempat terjadi sesaat setelah guncangan terasa, namun situasi dengan cepat kembali kondusif setelah tidak ada guncangan susulan yang signifikan.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara dan Aceh Tengah segera melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan untuk memastikan tidak ada dampak serius akibat gempa ini. Kepala BPBD Aceh Tenggara, Bapak Syahrial Anwar, saat dihubungi melalui telepon, mengimbau warga untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, meskipun BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. (Data dari catatan seismik BMKG menunjukkan bahwa wilayah Aceh memang termasuk zona aktif gempa).

Pihak kepolisian dari Polres Aceh Tenggara dan Polres Aceh Tengah juga turut memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan BPBD setempat. Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Bambang Setiawan, S.I.K., mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

Meskipun tidak menimbulkan kerusakan berarti, guncangan gempa ini menjadi pengingat bagi masyarakat Aceh, khususnya yang berada di wilayah rawan gempa, untuk selalu siap siaga menghadapi potensi bencana alam. Langkah-langkah mitigasi seperti membangun rumah tahan gempa dan mengetahui jalur evakuasi menjadi sangat penting untuk meminimalisir risiko jika terjadi gempa yang lebih besar.

Disclaimer: Artikel ini dibuat berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi per tanggal publikasi. Informasi mengenai dampak gempa dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan perkembangan data di lapangan.