Turis Aussie Pukul Warga Aceh Akibat Tertinggal Pesawat, Diamankan Polisi

Aceh – Seorang turis Aussie (Australia) berinisial MJ (35) diamankan oleh pihak kepolisian setelah melakukan pemukulan terhadap seorang warga Aceh di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, pada hari Jumat, 26 Januari 2024, sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden ini terjadi akibat MJ yang merasa kesal karena tertinggal pesawat.

Menurut keterangan saksi mata, MJ datang ke bandara dalam kondisi terburu-buru dan langsung menuju konter check-in. Namun, ia terlambat dan pesawat yang akan ditumpanginya telah lepas landas. Merasa kesal, MJ kemudian melampiaskan amarahnya dengan memukul seorang petugas keamanan bandara yang berusaha menenangkannya.

“Pelaku datang dalam keadaan marah-marah dan langsung memukul petugas keamanan yang sedang bertugas,” ujar Bapak Rizki, salah seorang saksi mata, saat ditemui di lokasi kejadian.

Petugas keamanan bandara kemudian mengamankan turis Aussie tersebut dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Blang Bintang segera tiba di lokasi kejadian dan mengamankan MJ untuk dimintai keterangan.

“Kami telah mengamankan seorang turis Aussie yang diduga melakukan pemukulan terhadap petugas keamanan bandara. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Iptu Andi Saputra, Kapolsek Blang Bintang, saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Korban pemukulan, Bapak Samsul, mengalami luka memar di bagian wajah dan telah mendapatkan perawatan medis. Pihak kepolisian masih menyelidiki motif pelaku melakukan pemukulan.

“Kami masih mendalami kasus ini untuk mengetahui motif pelaku melakukan pemukulan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi terkait status keimigrasian pelaku,” jelas Iptu Andi.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya wisatawan mancanegara, untuk selalu menjaga ketertiban dan menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Tindakan kekerasan tidak akan ditoleransi dan pelaku akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang di Aceh, mengingat pentingnya menjaga citra positif daerah sebagai destinasi wisata. Pihak kepolisian berjanji akan menindak tegas pelaku dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami akan terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Aceh, khususnya di tempat-tempat publik seperti bandara,” tegas Iptu Andi. Pihak bandara juga sangat menyesalkan kejadian ini, dan berharap kedepannya tidak ada lagi turis Aussie atau turis dari negara lain yang membuat keributan di dalam bandara.